Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Kuah Pliek-u, Gulai Para Raja Aceh

Kuah Pliek-u, Gulai Para Raja Aceh

Aceh Pliek | Kuah Pliek-u, Gulai Para Raja Aceh - Masakan atau kuliner khas yang digemari mayoritas masyarakat di Aceh masih jarang dikenal orang. Barangkali kuliner ini belum banyak yang pernah mencicipinya sehingga kurang populer. Masakan atau gulai khas Aceh ini adalah gulai para raja yang dikenal dengan nama “kuah pliek-u.” Gulai ini dibuat dari campuran berbagai jenis sayuran ditambah “pliek-u” dan kepala ikan asin sebagai penyedapnya.


1328547365512888054
Kuah Pliek-u, Gulai Para Raja Aceh

Pliek-u” atau patarana adalah sisa atau ampas kopra (kelapa) yang minyaknya sudah diperas dengan alat tradisional yaitu dua bilah papan yang dipress dengan baut besar. Masyarakat di pedesaan Aceh, sejak masa jayanya Kerajaan Aceh sampai kini masih terus mengolah kelapa secara tradisional. Olahan kelapa ini menghasilkan minyak goreng yang disebut dengan “minyeuk reutik.” Ampasnya tidak dibuang, tetapi dijemur kembali sehingga menjadi “pliek-u” yang berwarna hitam. Pliek-u memancarkan aroma minyak kelapa yang khas.

Dalam tradisi masyarakat Aceh, “pliek-u” menjadi salah satu bumbu penyedap untuk mengolah sayuran menjadi gulai (kuah) pliek-u. Gulai ini sangat digemari oleh warga Aceh, baik yang masih tinggal di Aceh apalagi yang sudah lama di perantauan. Kuah pliek-u bagaikan sebuah wadah perekat warga Aceh yang tinggal di perantauan. Bila ada acara kangen-kangenan warga Aceh di rantau, dapat dipastikan bahwa hidangan utamanya adalah kuah pliek-u.

Pliek-u juga sering digunakan sebagai bumbu rujak colek untuk pisang muda atau buah rumbia (buah pohon sagu). Kalau lagi tidak ada cemilan, maka alternatifnya adalah mencari pisang muda sambil membawa pliek-u dalam kantong plastik kresek. Sambil duduk dibawah batang pisang, tanpa terasa kita bisa menghabiskan satu sisir pisang muda. Pasangan pliek-u memang buah yang rasanya sepat (kelat) seperti pisang muda dan buah rumbia. Dengan campuran pliek-u rasa sepat buah tersebut akan ternetralisir.

Bagaimana cara membuat kuah pliek-u? Sangat mudah, rajang sayuran mulai dari nangka muda, daun melinjo ditambah buah melinjo muda, kacang panjang, kacang buncis, terong hijau, daun kangkung, daun singkong, dan buah labu siam. Bumbu pelengkapnya terdiri dari pliek-u sebanyak setengah gelas kecil, udang ebi, kepala ikan asin, ketumbar, cabe merah, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, kelapa sangrai (gongseng), merica dan asam sunti (belimbing bulat).

Setelah dirajang, sayuran itu direbus sampai matang sekitar 30 menit. Kemudian masukkan bumbu yang sudah digiling/diblender (kecuali udang ebi atau kepala ikan asin) tadi dalam sayuran tersebut. Biarkan bumbu-bumbu itu terserap oleh sayuran yang sedang mendidih tersebut. Gulai (kuah) pliek-u sudah siap untuk disantap apabila sudah mengeluarkan aroma khas, harum dan merangsang selera makan.

Biasanya, setelah aroma gulai (kuah) pliek-u menguap dari dandang, saya tidak pernah jauh dari dapur. Mondar-mandir, lirik sana, lirik sini, sampai akhirnya dibubuhkan satu piring kecil. Habis satu piring, ingin terus menambah untuk piring berikutnya, sering sampai lupa makan nasi. Tidak jarang, makan malampun hanya cukup dengan gulai para raja itu. Pernah, menu sarapan pagi cukup dengan gulai (kuah) pliek-u ditambah nasi putih.

Bagi kompasianer yang ingin menikmati sensasi gulai para raja Aceh tempo doeloe, silakan mencoba kuah pliek-u. Bayangkan, saat menyantap gulai ini, anda benar-benar seperti seorang raja yang sedang duduk di singgasana. Bila kebetulan anda sedang menikmati kuah pliek-u, tiba-tiba mertua lewat didepan anda, 100% dijamin anda lupa karena keasyikan merasakan sensasi gulai para raja.

Kompasianer yang tinggal di Jakarta, dapat mengunjungi rumah makan Aceh yang terdapat di Bendungan Hilir, atau Pasar Minggu, ada juga di Jalan Juanda Jakpus atau didepan RS TNI-AL. Biasanya, mereka selalu menyediakan menu kuah pliek-u sebagai salah satu menu andalan. Selamat mencoba kuah pliek-u dan rasakan sensasi sebagai seorang raja
Pemerintah Bebaskan Biaya Masuk PTN

Pemerintah Bebaskan Biaya Masuk PTN

Aceh Pliek | Pemerintah Bebaskan Biaya Masuk PTN - MAMUJU — Pemerintah telah membebaskan biaya ujian masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam rangka melindungi masyarakat yang kurang mampu agar memperoleh pendidikan yang layak.


Pemerintah Bebaskan Biaya Masuk PTN

“Sistem penyelenggaraan pendidikan tetap menjadi perhatian pemerintah termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pembebasan biaya masuk ke PTN akan memberikan dampak positif dalam upaya peningkatan sumber daya manusia di negeri ini,” kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Mustafa Kamal saat berada di Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (18/4).

Dengan diberlakukannya pembebasan biaya masuk ke PTN, masyarakat kurang mampu diharapkan turut mendapatkan pendidikan yang layak.

“Selama ini banyak alumni SMA sederajat terpaksa memutus pendidikan ke PT karena alasan mahalnya biaya pendaftaran. Berangkat dari berbagai persoalan inilah sehingga kami khususnya fraksi PKS mendorong agar pemerintah turut membebaskan biaya masuk ke PTN,” ungkapnya.

Alumni Sejarah UI itu menegaskan, investasi pendidikan harus berjalan optimal sehingga bangsa yang besar ini melahirkan generasi muda yang handal dan berkualitas.

“Perguruan Tinggi Negeri harus bisa menerapkan sistem pembebasan biaya masuk tanpa harus ada pembebanan kepada masyarakat terlebih bagi ekonomi yang kurang mampu,” tutur dia.

Ia menambahkan, alokasi anggaran untuk pendidikan tetap diberikan porsi 20 persen dari total alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang pendidikan.

“Jika nanti ada PT negeri yang melakukan pungutan biaya masuk maka bisa dilaporkan. Kami dari PKS siap mencegah adanya aksi pungutan pembayaran biaya masuk ke PT negeri,” pungkasnya. [ant/metrotvnews.com].
Aksi Hari Bumi Bakal Digelar di Banda Aceh

Aksi Hari Bumi Bakal Digelar di Banda Aceh

Aceh Pliek | Aksi Hari Bumi Bakal Digelar di Banda Aceh - Sekitar 200 sukarelawan dari 17 lembaga dan komunitas di Banda Aceh akan mengadakan aksi memperingati Hari Bumi pada Minggu 22 April 2012. Salah satu aksi utama mereka adalah mencabuti paku-paku yang ada di pohon sepanjang jalan Tengku Daud Beureueh–Teuku Nyak Arief.


Dalam rilis yang dikirim ke wartawan, disebutkan bahwa aksi itu tidak terlepas dari keprihatinan para pecinta lingkungan di Banda Aceh karena banyak pohon-pohon dipaku secara sembarangan untuk menempel poster para calon kepala daerah selama masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah Aceh beberapa waktu lalu. “Meski sekarang poster-poster sudah dibersihkan, tapi paku-pakunya masih tertinggal,” sebutnya.

Nurjannah Husein, Koordinator Aksi Hari Bumi di Banda Aceh, menyebutkan mereka akan membersihkan pohon-pohon dari paku yang tertinggal karena prihatin selama Pilkada banyak poster ditempel dengan paku.
“Bagaimanapun memaku pohon sama saja dengan melukai pohon tersebut,” ujarnya.

Dirincikan ke-17 lembaga dan komunitas dalam aksi tersebut terdiri dari Yayasan Bumiku Hijau, Atjeh Bicycle Community, Sahabat Laut, Jaringan KuALA, Suporter Persiraja SKULL, Slankers Fans Club, WWF, Jaringan KuALA, Yayasan Lamjabat, Koalisi Pemuda Hijau Aceh, Putro Green, Volunteer Marine Community, Parkour, Remaja Pecinta Alam, Kompas TDMRC, Kavan, dan Vixon.

“Aksi akan dimulai pukul 7.30 pagi dengan titik awal dari depan gedung DPRA. Semua sukarelawan akan mencabuti paku-paku yang ada di pohon. Selanjutnya menjelang tengah hari para sukarelawan akan bergerak ke Pantai Ulee Lheue untuk membersihakn pantai dari sampah,” sebutnya.

“Baik paku dan sampah yang didapat hari itu akan kami timbang untuk mengetahui seberapa banyak sampah yang berhasil dikumpulkan oleh para sukarelawan,” sambung Nurjannah yang juga Direktur Eksekutif Yayasan Bumiku Hijau.

Selain aksi cabut paku dan bersih pantai di Uleelheue, sebutnya, ada juga kegiatan penanaman pohon dan pembersihan pantai Lhok Mata Ie Pekan Bada yang dikoordinir oleh Suporter Persiraja yang tergabung dalam wadah Suporter Kutaraja untuk Lantak Laju (SKULL).

Aksi di Bireuen
Lebih lanjut, disebutkan juga bahwa gaung Hari Bumi turut disambut baik oleh MAPALA Al–Muslim Bireuen yang ikut hadir dalam rapat koordinasi yang diwakili oleh Dipa dan bergabung dalam aksi untuk bumi di Banda Aceh. Dalam rilis dinyatakan, MAPALA Al-Muslim akan membersihkan objek wisata di Bireuen bersama dengan komunitas lainnya dan juga akan melakukan penggalangan dana untuk untuk pembuatan tong sampah.

“Kami ingin menggugah kepedulian warga Banda Aceh dan Aceh umumnya untuk peduli terhadap lingkungan hidup,” pungkas Nurjannah.

acehkita.com
Kerugian Gempa di Simeulue Rp1,79 Miliar

Kerugian Gempa di Simeulue Rp1,79 Miliar

Aceh Pliek | Kerugian Gempa di Simeulue Rp1,79 Miliar - Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Simeulue mengeluarkan data resmi estimasi kerugian akibat gempa bumi dan tsunami kecil, Rabu (11/4), sebesar Rp1,79 miliar.

Kerugian Gempa di Simeulue Rp1,79 Miliar
 
Kepala BPBD Simeulue Mulyadinsyah saat dihubungi dari Banda Aceh, Rabu, (18/04) menyatakan hasil pendataan dari delapan kecamatan, estimasi kerugian dampak gempa bumi berkekuatan 8,5 skala Richer itu mencapai Rp1,79 miliar.

Ia mengatakan, sejauh ini hasil pendataan bangunaan fisik milik pemerintah, warga dan sarana publik lainnya, tidak begitu mengalami kerusakan serius, hanya retak.”Hasil pendataan, kerusakan bangunan tidak begitu serius akibat gempa bumi tersebut, estimasinya pun sesuai data. Kita tidak mengada-ada, data ini murni akibat gempa bumi pada Rabu itu,” ujarnya.

Mulaydinsyah merinci bangunan pemerintah yang mengalami kerusakan bernilai Rp62,909 juta, sarana ibadah Rp128,785 juta, sarana kesehatan Rp90,26 juta, sarana pendidikan Rp466,160 juta, sarana perikanan Rp75 juta, sarana sumber daya air Rp385,392 juta dan perumahan pendududuk Rp24,875 juta.

“Sedangkan yang tidak mengalami kerusakan dan dinyatakan aman antara lain sarana transportasi udara, darat, prasarana lingkungan, sarana pasar dan lingkungan hidup,” katanya.
Ia mengemukakan, dari estimasi kerugian di delapan kecamatan itu, hanya Kecamatan Teupah Selatan yang tidak ditemukan ada kerusakan, sedangkan Kecamatan Simeulue Timur yang rusak hanya fasilitas sumber daya air dan bangunan sekolah.

Kecamatan Simeulue Tengah yang rusak antara lain rumah penduduk, fasilitas perikanan dan bangunan pemerintah, sedangkan di Kecamatan Simeulue Barat yang rusak hanya bangunan pemerintah.
“Di Kecamatan Salang yang rusak fasilitas kesehatan, pendidikan, dan sarana ibadah. Untuk Kecamatan Teupah Barat yang rusak sarana ibadah dan pemerintahan, serta di Kecamatan Teluk Dalam yang rusak rumah penduduk, sarana kesehatan dan pemerintahan,” katanya.

Ia menambahkan, kerusakan di Kecamatan Alafan hanya sarana pendidikan dan pemerintahan. ”Sejauh ini hasil evaluasi di lapangan, BPBD Kabupaten Simeulue belum menemukan ada kerusakan lingkungan atau terancam akan rusak,” katanya.
Persiraja Didenda Komdis Rp10 Juta

Persiraja Didenda Komdis Rp10 Juta

Aceh Pliek | Persiraja Didenda Komdis Rp10 Juta - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menghukum panitia pelaksana pertandingan Persiraja Banda Aceh berupa denda sebesar Rp 10 juta. Denda tersebut diberikan terkait pelemparan botol dan nyanyian mengejek wasit saat Persiraja menjamu PSM Makassar dalam laga Indonesian Premier League, Ahad (11/3) di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh.


Persiraja Didenda Komdis Rp10 Juta


Informasi perihal denda yang dijatuhkan untuk Persiraja itu didapatkan acehkita.com dari CEO Persiraja, Akmal Marhali. Pada Selasa (17/4), Akmal menulis soal tersebut di akun twitternya.

“Akibat pelemparan botol dan nyanyian mengejek wasit saat melawan PSM, Persiraja didenda Komdis Rp 10 juta,” tulis Akmal lewat akun twitternya. Di akhir kicauannya itu, dia ikut menyertakan lembaran salinan keputusan Komdis tentang denda tersebut.

Dalam lembaran yang ditandatangani oleh Ketua Komisi Disiplin PSSI, Bernhard Limbong, tertulis keputusan tersebut ditetap di Jakarta pada 9 April 2012.

Dinyatakan bahwa denda harus dibayar paling lambat 9 Mei dan apabila sampai dengan batas waktu itu denda belum dibayar, maka Komdis akan memberikan hukuman tambahan sebagaimana diatur dalam pasal 72 terkait Kode Disiplin. Disebutkan juga, berdasarkan pasal 127 Kode Disiplin, keputusan Komisi Disiplin PSSI ini tidak dapat dimohonkan banding.

Mulai Berubah
Nah, seiring postingan keputusan tersebut beredar di dunia maya sejak Selasa, pada laga sehari kemudian yakni Rabu (18/4) ketika Persiraja menjamu Persikabo Bogor dalam laga Piala Indonesia 2012, suasana di tengah-tengah penonton terlihat berbeda dibandingkan pada beberapa pertandingan sebelumnya. Dimana pada pertandingan sore tadi, pendukung Persiraja tidak lagi terdengar berteriak “wasit an****” atau sesuatu yang dianggap bersifat jorok dalam pertandingan bola menurut kode disiplin.

Namun sebaliknya, teriakan dan nyanyian mereka sudah berubah. Terlihat mereka itu bernyanyi dan berteriak “wasit baik” berkali-kali, tidak terdengar lagi teriakan dan nyanyian “wasit an****” sepanjang duel Persiraja-Persikabo yang berkesudahan 3-1 bagi keunggulan tim tuan rumah.

acehkita.com
"Zaini-Muzakir" Gubernur Terpilih Aceh 2012-2017

"Zaini-Muzakir" Gubernur Terpilih Aceh 2012-2017

Aceh Pliek | "Zaini-Muzakir" Gubernur Terpilih Aceh 2012-2017 - Aceh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan pasangan nomor urut 5, yakni Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih untuk periode 2012-2017. Perolehan suara pasangan yang diusung Partai Aceh mengungguli 4 kandidat lainnya.

Penetapan dilakukan dalam sebuah rapat pleno terbuka usai penghitungan suara di gedung DPRA di Banda Aceh, Selasa (17/4/2012).

Zaini dan Muzakir merupakan pasangan eks petinggi GAM. Keduanya berhasil berhasil memperoleh suara sebanyak 1.327.695 suara (55,75%). Disusul sagub dan cawagub, Irwandi Yusuf dan Muhyan Yunan, yang maju dari jalur independen, dengan 694.515 suara (29,18%).

Muhammad Nazar-Nova Iriansyah yang diusung Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai SIRA berada posisi ketiga dengan perolehan suara sebanyak 182.079 suara (7,65 persen).

Sementara Darni M Daud- Fauzi harus puas berada posisi keempat dengan meraup 96.767 suara (4,07%). Sedangkan posisi buncit ditempati Teungku Ahmad Tajuddin-Suriansyah dengan 79.330 suara (3,33%).

Wakil Ketua KIP Aceh Ilham Saputra, menyebutkan, hasil peroleh tersebut merupakan hasil akhir perolehan suara pilkada untuk pemilihan gubernur dari 23 kota/kabupaten di Provinsi Aceh.

"Akhirnya KIP Aceh sudah menyelesaikan seluruh rekapitulasi suara dari rapat pleno hari ini dan dinyatakan kemenangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf merupakan satu putaran untuk pemilihan gubernur Aceh," kata Ilham Saputra pada saat di konfirmasi detikcom melalui telepon selulernya seusai rapat pleno.

Dalam rapat pleno, saksi dari Cagub Irwandi tidak hadir. Namun, menurut Ilham, hal itu tidak mempengaruhi hasil pilkada.

detik.com

Pengumuman Olimpiade Sains Kota Banda Aceh 2012

Aceh Pliek | Pengumuman Olimpiade Sains Kota Banda Aceh 2012 - pada tanggal 3-4 april kemarin telah dilakukan atau telah dilaksanakan olimpiade sains tingkat kota se banda aceh. dan setelah terlaksana dengan lancar maka sekarang pengumumannya sudah keluar.


Pengumuman Olimpiade Sains Kota Banda Aceh 2012



Berikut Pengumuman Daftar Siswa Yang Lulus Hasil Seleksi Olimpiade Sains Kabupaten/Kota (OSK) Jenjang SMA Kota Banda Aceh Tahun 2012:


Matematika
Imam Munandar - SMAN 10 Fajar Harapan
Andini Ika Fitri - SMAS T. Nyak Arief Fatih Bilingual School
Anas Majdi - SMAS Fatih Bilingual School

Fisika
Mardiah - SMAS T. Nyak Arief Fatih Bilingual School
Rauzia Azalia - SMAN 10 Fajar Harapan
Azmi - SMAN 10 Fajar Harapan

Kimia
Vivi Jayanti Kasmi - SMAS T. Nyak Arief Fatih Bilingual School
Muhammad Hafidz Fanshuri - SMAS Fatih Bilingual School
Desyifa Annisa Mursalin - SMAS T. Nyak Arief Fatih Bilingual School

Biologi
Nabilla Rahmah - SMAS T. Nyak Arief Fatih Bilingual School
Lenggogeni - SMAS T. Nyak Arief Fatih Bilingual School
Sufia Ummi Dadhal - SMAS T. Nyak Arief Fatih Bilingual School

Komputer
Putra Muttaqin - SMAN 10 Fajar Harapan
Yudi Reza Phallaphi - SMAS Fatih Bilingual School
Amalul Ahli - SMAN 1 Banda Aceh

Astronomi
Teuku Abdi Zil Ikram - SMAN 10 Fajar Harapan
Yesi Novita Sari - SMAN 12 Banda Aceh
Resty Fajrina - SMAS T. Nyak Arief Fatih Bilingual School

Ekonomi
Al Kindi - SMAS Fatih Bilingual School
Muhammad Iqbal - SMAS Fatih Bilingual School
Putri Elsani Maghfirah - SMAS T. Nyak Arief Fatih Bilingual School

Kebumian
Misra Hanum - SMAS T. Nyak Arief Fatih Bilingual School
Rizki Hidayatullah - SMAS Fatih Bilingual School
Aulia Rizky Mauliza - SMAN 10 Fajar Harapan

Selamat kepada para juara, perjuangan kalian belum berhenti disini, raihlah prestasi setinggi mungkin, berkompetisilah dengan cara yang jujur!!!